krakatau
Judul: Krakatau
Penulis: Simon Winchester
Penerbit Serambi

It’s a very full-of-sains-book yang enak dibaca dan perlu (hehehe, Tempo, pinjem ya…) Pas pertama kali baca, gak pengen berhenti. Dan terus terang, dari buku inilah gue mendapatkan pengetahuan (shaaah) soal sejarah, geografi, zoogeografi, bahkan antropologi. Mainly, buku ini ngebahas meletusnya Gunung Karakatau pada 27 Agustus 1883 yang mahadahsyat itu. Yang menewaskan 36.000 manusia dan beribu-ribu hewan ternak, yang memusnahkan kehidupan di pulau tempat Krakatau berada.

Krakatau yang ditulis oleh Simon Winchester, seorang profesor dari Inggris yang tergila-gila pada Krakatau sehingga dia menyusun memoar tentang Krakatau. Gue sendiri jadi lebih ngerti banget soal peristiwa yang sangat bersejarah itu setelah baca buku ini. Pada awal bukunya, Simon menceritakan soal teori tentang perpindahan benua (ternyata benua itu bergerak lho! Klau gw gak salah baca sekitar 4 inchi per tahun) yang menjadi jawaban atas pertanyaan, bener gak siy dulu Asia (Tenggara) dan Australia adalah satu benua, sampai terjadi suatu letusan (yang-kita-tidak-tahu-apa) sehingga memisahkan dua benua tersebut. Bahwa dulu Sumatra dan Jawa adalah satu pulau, dan dipisahkan lagi-lagi oleh sebuah ledakan, sehingga membentuk suatu selat di antara kedua pulau tersebut, yang kemudian dinamai Selat Sunda, tempat Krakatau berada.

Dalam buku ini juga disinggung beberapa penemuan di dunia zoogegrafi, bagaimana di satu kepulauan yang dinamakan Nusantara (Nusa dan Antara, remember?) terdapat perbedaan fauna yang sangat mencolok. Hewan-hewan yang ada di Bali dan di Jawa begitu berbeda (padahal dua pulau itu hanya dipisahkan oleh selat sempit). Bagaimana fauna yang ada di Sulawesi sangat berbeda dengan fauna di Papua (Irian Jaya).

Juga ada cerita bahwa pada tahun menjelang meletusnya Krakatau, dunia sedang membangun jaringan kabel telegraf melalui laut, mengingat jaringan kabel darat yang sudah ada selama ini rentan penyadapan dan sangat tidak aman. Jaringan kabel telegraf memungkinkan kecepatan informasi disebarkan ke berbagai belahan dunia dalam waktu yang sama. Diceritakan bagaimana perusahaan Inggris sedang giat-giatnya membuat jaringan kabel telegraf yang menghubungkan Jawa dengan dunia luar (sehingga ketika Krakatu meletus, beritanya bisa langsung dikirimkan ke penjuru dunia, ya meskipun akibat kesalahan orang yang mengirimkan telegraf itu Krakatau di Barat jadi salah tulis menjadi Krakatoa) diuntungkan dengan sebuah kebetulan.

Adalah penemuan sejenis pohon evergreen cantik yang disebut Isonandra gutta, yang mengandung zat kedap air seperti karet yang disebut gutta perca. Tanaman ini bisa disadap seperti karet dan bisa dipakai untuk menutupi kawat-kawat perunggu sehingga sepenuhnya kedap air. Dan tahu tidak, kebetulan pohon evergreen ini banyak ditemukan hanya di salah satu sudut planet ini: Kalimantan, Sumatra, dan Jawa (!), yang pada tahun 1860 menjadi salah satu komoditi ekspor utama dari wilayah kita selain merica, kina, dan kopi.

Di bagian akhir buku ini juga diceritakan awal mula tumbuhnya militansi islam di Indonesia pada zaman Belanda. Isalm di Indonesia yang semula sinkretis (dengan Hindu) perlahan mulai mengalami pemurnian sejak pulangnya ratusan jemaah haji dari Tanah Suci Mekkah.