Pengarang: Donna Woolfolk Cross
Penerjemah: FX Dono Sunardi
Penerbit Serambi

Gue baru saja selesai membaca sebuah novel yang benar-benar membuat gue berdarah-darah. Hwaaa sedih banget. Sedihnya mirip pas baca Snow Flower, pi yang ini lebih membuat gue kebayang-bayang terus sampai beberapa hari ini. Judulnya Pope Joan. Yak benar novel ini bercerita tentang seorang Paus perempuan yang bernama Joan, atau lengkapnya Johanna. Perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan penderitaan membuatku lagi-lagi bersyukur hidup di zaman sekarang, dan bukan pada zaman dulu yang hampir semua bangsa di setiap adat dan kebudayaannya, selalu menganggap rendah perempuan. Gue katakan semua karena gue sudah membaca beberapa literatur, baik berupa novel atau memoir yang intinya orang zaman dulu itu tidak menganggap perempuan sebagai makhluk yang penting selain untuk memuaskan laki-laki dan meneruskan keturunan, itu pun harus digarisbawahi, keturunannya harus laki-laki. Bagi mereka anak perempuan itu lebih rendah dari seekor anjing.

Dari masa kecil yang penuh tekanan ini Joan berkeyakinan tidak mungkin meraih obsesinya menguasai bidang keagamaan sebagaimana yang ia inginkan, bila ia tetap memosisikan diri sebagai perempuan. Ketika ada kesempatan untuk belajar agama atas undangan sababat bapaknya, Joan pergi meski tanpa persetujuan si ayah. (Meski dengan ini dia harus meninggalkan Mamanya yang sangat dicintainya, Gudrun, perempuan keturunan Saxon yang diperistri ayahnya ketika menjadi misionaris di daerah itu.) Sebab meski ia yang diundang, ayahnya ngotot bahwa saudara lakinya, John, yang dipaksa berangkat. Sekalipun si John tidak suka hal yang berkait dengan bahasa Latin, apalagi bahasa Yunani. Di tempat pengajaran ini Joan belum mengubah penampilannya sebagai laki-laki. Tetapi ia betul merasakan bagaimana diskriminasi yang ia terima sebagai seorang perempuan. Di tempat pengajaran ini Joan tinggal di tempat Gerold yang akhirnya menjadi kekasihnya dan ketika di Roma nanti akan banyak membantu Joan.

Joan banyak sekali menghadapi pahit getirnya pengalaman sebelum ia sampai ke Roma dan menduduki kepausan dengan nama John Anglicus. Antara lain, saat di Fulda dia diangkat sebagai pendeta berkat jasanya menyembuhnya seorang perempuan yang dituduh gereja terkena kusta. Si perempuan ini memiliki anak bernama Arn yang didiknya membaca dan berhitung. Arn-lah yang akhirnya membantu Joan dengan menemukannya terapung di perahunya dan merawatnya.

Dari tempat anak didiknya, Arn, Joan terobsesi ke Roma setelah merasa tak mungkin lagi ke Fulda. Di Roma ia berhasil mendapat tempat di dekat Paus Sergius berkat pengetahuan pengobatannya yang berhasil menyembuhkan si Paus. Di Roma ia harus bertarung dengan saudara Paus Sergius, Benedict, yang menjebaknya dengan tuduhan bercinta dengan seorang pasien perempuan hingga menjebloskannya ke penjara bawah tanah.

Pencapaian Joan sampai menjadi paus lebih dikarenakan keberuntungan. Usai Paus Sergius meninggal, terpilihlah Leo sebagai Paus. Pada masa Paus Sergius inilah Joan juga mengalami perjumpaan yang tak terduga dengan orang yang sangat dicintainya, Gerold. Pada masa Paus Leo, Gerold diangkat menjadi Superista, panglima tertinggi Kepausan, dan Joan diangkat menjadi nomenklatur, jabatan tertinggi Kepausan yang mengurusi bisang sosial. Kedatangan Gerold menumbuhkan naluri keperempuanannya yang selama ini dia jaga rapat. Di hadapan Gerold, Joan hanyalah perempuan biasa yang mendambakan kasih dan perlindungan. Tapi Joan dilanda kebimbangan yang amat sangat, antara mengikuti saran Gerold untuk segera meninggalkan Roma dan menjadi suami istri seperti yang mereka sama-sama dambakan atau tetap berada di Roma menurutkan hasratnya untuk menjadi laki-laki dan tidak menjadi perempuan dengan menjadi istri Gerold. Terbiasa menerima perlakuan sebagaimana laki-laki membuat Joan tak rela kembali menjadi perempuan, yang kala itu tugasnya hanya menyulam dan memasak.

Paus Leo tewas diracun oleh orang suruhan Arsenius, ayah Anastasius, orang yang sangat berambisi menjadikan putranya sebagai Paus. Kematiannya membuat Anastasius memanfaatkan situasi dengan mengklaim tahta Kepausan telah jatuh ke tangannya. Hal ini tentu tidak disukai banyak pihak gereja karena semua orang tahu betapa liciknya Anastasius. Sampai kemudian terjadi perseteruan di kalangan gereja Roma dan Joan secara tak terduga ia terpilih sebagai Paus. Hal ini tentu dengan pertimbangan kecerdasan tanpa cela selama Joan berada di Roma. Di sinilah saat yang paling menegangkan Joan sepanjang penyamarannya diuji. Bila sebelumnya ia berada dalam posisi yang tidak begitu penting hingga tidak menjadi pusat sorotan, kini tidak lagi. Ia menjadi sumber keputusan dan sumber kebenaran.

Pada saat menjadi Paus ini Joan memutuskan untuk membuat sekolah untuk perempuan yang menyulut terjadinya perdebatan antara pihaknya dengan Anastasius. Apalagi saat itu dia dihadapkan pada kenyataan bahwa dia mengandung anak Gerold. Hal ini semakin membuat Gerold memaksanya untuk segera meninggalkan Roma. Karena hanya Gerold satu-satunya orang yang Joan bisa percaya di Roma, proyek tersebut mengarahkan dia pada tuduhan konspirasi Yunani untuk menguasai Roma. Meski tuduhan ini dapat disanggah Joan, Anastasius dkk tidak terima dan merencanakan sebuah penyerangan pada hari perayaan Paskah. Pada saat perayaan itulah Gerold dijebak dan terbunuh dan secara prematur Joan melahirkan anaknya di tengah ketegangan akibat serangan Anastasius. Penyamaran Joan terkuak oleh orang banyak sekaligus menjadi akhir hidupnya.

Karena terpilihnya Joan yang seorang perempuan menjadi Paus sangat memalukan Gereja, segala catatan mengenai kepemimpinannya sengaja dihapus oleh gereja sehingga hanya disebut sebagai legenda saja. Adalah Anastasius, yang sampai tua sama sekali tidak berhasil menjadi paus—tetapi dia menjadi kepala perpustakaan dan dia menyusun Kitab para Paus, sengaja menghilangkan nama Joan sebagai salah satu Paus yang pernah ada. Hal ini memuaskan dendamnya karena dia sama sekali jadi tidak punya kesempatan untuk menjadi paus. Tapi, usahanya sia-sia karena ada Uskup dari fulda, yang bernama Arnaldo memasukkan kembali nama Joan diantara daftar-daftar Paus yang pernah ada. Perlu diketahui Arnaldo adalah Arnalda, putri dari Arn, yang sangat terinspirasi oleh Joan sehingga mengikuti jejaknya berpura-pura menjadi laki-laki.

Aaah, pokoknya kalian harus baca. 4 thumbs up dah.:-)