
Pengarang: Ian Cadwell & Dustin Thomason
Penerjemah: Olivia Imelda Tanjung
Penyunting: Ella Elviana
Penerbit Serambi
Novel ini sebenarnya agak terlambat terbit di Indonesia, pas kita lagi hangat2nya The Da Vinci Code, di luar The Rule of Four dah jadi bahan pembicaraan. Bahkan sampe ada komentar bila Umberto Eco sama Dan Brown nulis novel bareng, hasilnya ya The Rule of Four ini.
Bercerita soal persahabatan 4 orang mahasiswa Princeton University: Tom, Paul, Charlie, dan Gil. Paul dan Tom sangat terobsesi dengan Hypnerotomachia Poliphili sebuah buku misterius yang terbit lebih dari 500 tahun yang lalu dan dipercaya menyimpan rahasia zaman Renaisance. Ketertarikan yang sama pada buku ini membuat mereka lebih dekat satu sama lain dibanding dengan 2 sahabat mereka yang lain.
Paul mengangkat tema Hypnetoromachia Poliphili untuk tesisnya, dan didukung penuh oleh Tom. Berdua mereka menyelidiki segala petunjuk mengenai buku misterius tersebut, yang bagi Tom merupakan suatu dilema. Ibunya pernah membuatnya berjanji untuk tidak tergiur oleh pesona sang buku. Hal ini bukan tanpa alasan, karena ayah Tom, Patrick Sullivan menghabiskan sepanjang hidupnya untuk menyelidiki buku tersebut sehingga Ibu Tom merasa diabaikan, atau setidaknya merasa diduakan cintanya.
“Agar kau bahagia, yang dibutuhkan hanyalah mencintai hal-hal yang tepat, dalam jumlah yang cukup. Bukan uang. Bukan buku. Tetapi manusia.” Begitu pesan Ibunya. Tetapi Tom bukannya lupa pesan Ibunya, tapi pesona Hypnerotomachia Poliphili memang tak terelakkan. Sekadar kemauan tak akan berhasil, pada akhirnya Tom dihadapkan pada pilihan yang sulit, antara ingin membantu Paul dalam penyelidikannya, dan tentu saja menyelesaikan penelitian ayahnya selama ini (Ayah Tom sudah meninggal karena kecelakaan mobil) dengan mematuhi pesan Ibunya serta gadis yang ia cintai, Katie.
Bersetting di kampus, membuat The Rule of Four juga menceritakan detail kehidupan di Princeton, berikut kebiasaan-kebiasaannya, dari parade bugil, pesta dansa, perayaan paskah sampai pemilihan klub mana bagi mahasiswa baru. Meskipun ceritanya berjalan lambat (dan gue hampir menyerah saking bosennya) tapi setelah meneguhkan hati, gue jadi lebih bisa menikmati novel ini. Endingnya sebenarnya tidak seperti yang gue harapkan, tapi paling tidak gue tahu pada akhirnya pilihan mana yang diambil Tom. Dan keputusannya cukup memuaskan gue. Pengen tahu endingnya juga? Baca dong.