
Pengarang: Lois Lowry
Penerjemah: M. Rudi Atmoko
Penyunting: Yuliani Liputo
Desain Sampul: Andreas Kusumahadi
Penerbit: MLC LUMOS Books
Anastasia Krupnik, gadis berusia 10 tahun yang gemar menuliskan kata-kata baru dalam buku catatannya dan membuat daftar hal-hal yang disukai dan dibencinya. Yah, gak anehlah soalnya ayahnya seorang dosen bahasa inggris yang sudah mencekokinya dengan buku sejak berusia 2 tahun. Anastasia juga sangat suka menulis puisi. Tetapi, saat mendapat tugas untuk membuat puisi, Anastasia justru mendapat nilai F. Tentu dia sangat sebel dan langsung menuliskan nama Ibu Wetvessel, dalam daftar hal-hal yang dibencinya.
Pas baca buku ini aku terkikik-kikik karena Anastasia sangat polos dan lucu. Dia mengungkapkan semua hal dengan jujur kepada orang tuanya. Bahakan meskipun itu sesuatu yang kalau kita pikir bisa membuat ortunya marah. Tapi ternyata ortunya tidak marah, kok.:D Semisal suatu saat Anastasia pengen banget jadi orang Katolik, karena dia sangat ingin menambahkan suatu nama dalam namanya. Dia selalu menganggap nama Anastasia itu aneh. Nah, temannya si Jennifer MacCauley adalah seorang Katolik, dan dia mengajaknya ke gereja di akhir pekan. Jennifer berpikir Anastasia pasti akan mendapat dispensasi di gereja soal namanya. Dan Anastasia sudah memilih sebuah nama untuk dirinya sendiri berikut menyiapkan sebuah tas besar untuk menampung dispensasi! HAHAHA
Suatu saat Anastasia mengumumkan kalau dia jatuh cinta. Dan dia jadi rajin mencuri baca majalah Cosmopolitan yang dijual di tokok Pak Bleden. Meski Pak Bleden selalu menghardiknya dengan, “Bayar atau tutup majalah itu, Non.” Karena jatuh cita pula, Anastasia jadi rajin mengeramas rambutnya. Dia pikir, dia bisa mencuri perhatian Washburn Cummings, cowok yang membuatnya jatuh cinta, jika rambutnya terlihat bagus. Tapi si Washburn justru mengatai apakah Anastasia abis kesetrum listrik sampai-sampai rambutnya berdiri. Sejak saat itu, Washburn Cummings masuk ke dalam hal-hal yang dibencinya.
Anastasia memiliki Nenek yang sudah sangat tua dan sudah pikun. Neneknya tinggal dip anti wredha, tapi tiap natal dan thanksgiving selalu diajak berkumpul di rumah Anastasia. Karena sudah pikun, neneknya tidka tahu kalau Anastasia adalah cucunya, dan selalau memanggilnya, “Hai, gadis kecil.” Anastasi membenci neneknya, bukan, bukan neneknya, tapi dia benci kenapa neneknya begitu tua. Itu membuatnya sangat sedih. Tapi ada hal yang membuatnya sangat terharu saat neneknya masih bisa mengenali sebuah piring bergambar bunga yang sudah retak di sana-sini. Dia mengelus piring itu dan berbisik: “Bunga forget-me-not.”
Anastasi terlambat mengetahui kalau dia kan segera memiliki adik. Dia sebal sekali, dan langsung memasukkan bayi dalam daftar hal-hal yang dibencinya. Ayah ibunya menenangkan Anastasia dengan menyerahkan soal nama bayi itu kepadanya. Suatu hari keluarga Anastasia diberi kabar kalau neneknya meninggal. Anastasia sangat sedih, dia terkenang-kenang tangan neneknya yg amat lembut mengelus-elus rambutnya. Saat dia dan ayahnya mengepak barang-barang sang nenek di panti wredha, mereka dikabari kalau ibu Anastasia melahirkan.
Sungguh hari yang komplet buat Anastasia. Dia sudah menyiapkan nama buat adiknya, yaitu Sam. Neneknya selalu menyebut-nyebut nama Sam dengan penuh kasih sayang. Ibunya memberi tahu kalau Sam, adalah kakek Anastasia. Meski nenek pikun, tapi dia selalu ingat akan Sam; anak-anaknya, terutama anak bungsunya, Myron, ayah Anastasia; bahkan piring tua bergambar bunga forget me not. Ini merupakan catatan tersendiri buat Anastasia. Dia berpikir neneknya punya mata batin, yang bisa juga berarti kenangan. Itu yang membuatnya tetap bahagia dan tidak kesepian.
Di akhir cerita, dalam daftar hal-hal yang dibenci Anastasia Cuma tertinggal satu hal: hati. Dia sama sekali tidak suka hati yang dimasak apa pun. Hihihihi. Dia sudah menyukai bayi yang dulu dibencinya, teman-temannya, dan bahkan Ibu Westvessel:P
May 20, 2008 at 2:03 pm
aku gak selesai bacanya.. :p
May 21, 2008 at 3:58 am
ayo bacaaaaaaaaa, lucu gini kok ga selesai bacanya;p
June 7, 2008 at 6:24 am
Ally suka ma anastasia
Sayang sampai sekarang blom ada lanjutannya